Sabtu, 18 April 2026

Pemulihan Infrastruktur Terdampak Bencana di Sumatera Dipercepat, Mayoritas Akses Konektivitas Kembali Berfungsi

Photo Author
Tim Redaksi, Rehat Kopi
- Jumat, 17 April 2026 | 17:08 WIB

Pemulihan Infrastruktur Terdampak Bencana di Sumatera Dipercepat, Mayoritas Akses Konektivitas Kembali Berfungsi
Pemulihan Infrastruktur Terdampak Bencana di Sumatera Dipercepat, Mayoritas Akses Konektivitas Kembali Berfungsi

REHATKOPI - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan infrastruktur terdampak bencana di Sumatera, dengan mayoritas akses konektivitas kini telah kembali berfungsi dan mendukung mobilitas masyarakat.

Berdasarkan data, sebanyak 107 ruas jalan nasional terdampak bencana telah kembali fungsional 100%, serta 43 unit jembatan telah berfungsi kembali secara penuh.

Baca Juga: Kejagung Uraikan Urgensi Perubahan Paradigma dalam Melindungi Aset Negara pada Kontrak Internasional

Pada jaringan jalan daerah, penanganan telah dilakukan pada 2.277 ruas jalan dari total 2.421 ruas jalan terdampak (94%). Sementara itu, 792 jembatan dari 1.181 jembatan yang terdampak (67%) juga telah ditangani dan kembali beroperasi.

Secara spasial, pemulihan konektivitas juga menunjukkan capaian positif di berbagai provinsi terdampak. Di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, seluruh ruas jalan dan jembatan nasional yang terdampak telah kembali fungsional, sehingga akses antarwilayah dapat kembali dilalui masyarakat.

Capaian ini mencerminkan percepatan pemulihan konektivitas yang merata di wilayah Sumatera, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas serta distribusi logistik di daerah terdampak.

Baca Juga: BPA Kejaksaan Serah Terimakan 4 Kapal Sitaan kepada KKP

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan pemulihan konektivitas menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana.

“Konektivitas adalah urat nadi aktivitas sosial dan ekonomi. Dalam kondisi bencana, yang paling utama adalah memastikan akses tetap terbuka agar penanganan darurat, distribusi bantuan, dan mobilitas warga dapat berjalan. Kementerian PU hadir untuk memastikan konektivitas itu segera pulih,” kata Menteri Dody.

Untuk mendukung percepatan pemulihan akses di lapangan, Kementerian PU membangun jembatan darurat sebagai solusi cepat konektivitas, antara lain jembatan Bailey dengan bentang hingga 30 meter dan kapasitas beban mencapai 30 ton, serta jembatan Armco yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Baca Juga: BPA Kejaksaan Serahkan Aset Bangunan kepada Jampidsus untuk Penunjang Pelaksanaan Tugas

Hingga pertengahan April 2026, sebanyak 36 unit jembatan Bailey telah terpasang di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Penyediaan jembatan darurat ini menjadi langkah strategis untuk menjaga mobilitas masyarakat, khususnya pada wilayah yang akses jalannya terputus akibat bencana, sehingga distribusi logistik dan aktivitas ekonomi dapat segera pulih.

Dalam jangka menengah, Kementerian PU juga memperkuat upaya rehabilitasi dan rekonstruksi melalui peningkatan anggaran, termasuk pada sektor Bina Marga yang naik sebesar Rp7,61 triliun, dari semula Rp14,29 triliun menjadi Rp21,90 triliun. Langkah ini difokuskan untuk penanganan longsoran serta rehabilitasi dan rekonstruksi ruas jalan nasional maupun jalan daerah di wilayah terdampak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Edward Panggabean

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X